Mengenal Tradisi Dan Sejarah Sabung Ayam Khas Bali

Date : 13-04-2020 | Tag: , , , ,

Sabung Ayam Online - Mengenal Tradisi Dan Sejarah Sabung Ayam Khas Bali. Sabung ayam adalah salah satu tradisi yang disebut juga sebagai tajen didaerah bali. Tajen sendiri berasal dari kata taji yang berarti pisau mungil.

Pada tradisi sabung ayam di bali, taji atau pisau mungil dipasang pada kedua kaki ayam aduan. Sabung ayam di Bali berbeda dengan sabung ayam didaerah lain maupun negara lain, yang intinya hanya sebagai hiburan belaka.

Di Bali sendiri, sabung ayam berperan sebagai ritual keagamaan yang dikenal dengan nama tabuh rah. Kata tabuh rah memiliki arti Sabung Ayam Online sebagai simbol permohonan agar bhuta (pengaruh negatip) tidak menggangu manusia dan terhindar dari marabahaya.

Mengenal Tradisi Dan Sejarah Sabung Ayam Khas Bali

Meskipun sama-sama sabung ayam, tajen dan tabuh rah memiliki perbedaan yang amat mendasar, tajen yaitu wujud hiburan yang lekat bersama gerakan judi sedangkan tabuh rah murni gerakan ritual keagamaan.

Aktivitas sabung ayam yang merupakan wujud perjudiaan tidak dibenarkan menurut agama Hindu. Meski demikian seiring dengan perubahan kehidupan sosial penduduk di Bali, tajen justru mendapat dukungan oleh beraneka ragam kalangan penduduk dan tabuh rah tidak jarang dimanipulasi untuk dijadikan tameng penyelenggaraan tajen.

Wacana tajen dari tahun ke tahun seolah jadi bola liar oleh sebagian orang yang berkepentingan dikembangkan jadi isu politik untuk pertarungan kekuasaan ditingkat daerah. Bagi mereka yang pro, tajen dilihat berperan sebagai medium pertalian dan komunikasi lintas strata sosial dan tajen pun digelar dalam kaitan pembangunan kehidupan sosial ekonomi penduduk etika.

Terhadap hasilnya tajen dan tabuh rah dikembangkan menjadi dua segi mata uang yang tidak dapat dipisahkan biarpun sebenarnya mereka berada terhadap nilai yang tidak serupa. Dikala ini penyelengaraan tajen rata-rata dapat dikaitkan dengan aktivitas tabuh rah terhadap odalan atau upacara di pura-pura. Tajen diselenggarakan diluar lokasi suci terhadap ruangan khusus disaat pembuatan seputar tiga hari berturut-turut.

Dari sekian banyak ruang di Bali, kegiatannya dikoordinir oleh instansi etika. Mereka yang datang untuk menikmati hiburan ini biasa dinamakan bebotoh yang berarti petaruh.

Para bebotoh dapat datang dari seluruh penjuru Bali tergantung besarnya arena tajen yg diselenggarakan. Jangan heran jika suatu saat ketika bobotoh berkesempatan mengikuti acara tajen yang gegap gempitanya melebihi gegap gempita sebuah kontes sepak bola.

Demikian artikel mengenai Mengenal Tradisi Dan Sejarah Sabung Ayam Khas Bali. Semoga bermanfaat bagi para pecinta sabung ayam, Terima Kasih!!